Apa itu SRS?
· Sebuah dokumen yang berisi pernyataan lengkap dari apa yang dapat dilakukan oleh perangkat lunak, tanpa menjelaskan bagaimana hal tersebut dikerjakan oleh perangkat lunak.
· Sebuah dokumen yang berisi pernyataan lengkap dari apa yang dapat dilakukan oleh perangkat lunak, tanpa menjelaskan bagaimana hal tersebut dikerjakan oleh perangkat lunak.
·
Mencantumkan
deskripsi perangkat lunak dengan lingkungannya (Mencakup antarmuka untuk
perangkat keras, perangkat lunak, komunikasi dan pemakai).
·
SRS umumnya
dikembangkan bersama oleh calon pengguna dan para pengembang system/perangkat
lunak.
Faktor-faktor yang
dipertimbangkan dlm pembuatan SRS
1. Untuk Siapa perangkat
lunak dikembangkan ?
·
Siapa yang
menyediakan dana ?
·
Kepada siapa
proposal pengembangan perangkat lunak akan diberikan ?
·
Yakinkan calon
pengguna bahwa perangkat lunak yang akan dibuat memang dibutuhkan.
2. Masalah apa yang akan
diselesaikan dengan kehadiran perangkat lunak yang baru ?
·
Seorang analis perlu
berfikir dengan seksama masalah apa yang akan diselesaikan dengan kehadiran
perangkat lunak baru.
·
Harus dingat.! Komputer
hanya alat bantu. Komputer tidak dapat memecahkan semua masalah yang ada pada
suatu perusahaan.
3. Dimana perangkat lunak
akan diimplementasikan ?
·
Karakteristik yang
berbeda terhadap kebutuhan calon pengguna akan mempengaruhi model dan desain
perangkat lunak yang dikembangkan, termasuk implementasi di lapangan.
4. Kapan perangkat lunak
yang baru sudah harus dijalankan ?
·
para pengembang
harus memperhatikan kapan waktu dimulainya pengerjaan proyek pengembangan
perangkat lunak baru dan kapan waktu perangkat lunak tersebut sudah harus
dikembangkan.
·
Berpengaruh terhadap
model pengembangan perangkat lunak yang akan dipergunakaan.
·
Fungsi dokumen SRS
1.
Mencatat semua
kebutuhan calon pengguna perangkat lunak.
2.
Sebagai kontrol saat
proses pengembangan perangkat lunak dilakukan, sehingga setiap tahapan
pengerjaan pengembangan sesuai dengan yang diharapkan.
3.
Digunakan sebagai
acuan pada saat pengujian dilakukan sehingga hasil akhir sesuai dengan yang
dibutuhkan.
4.
Dijadikan pedoman jika
terdapat perbedaan pendapat antara calon pemakai dengan pengembang sistem
terhadap hasil dari pengembangan perangkat lunak
5.
Bukti bahwa
pengembang telah melakukan tahap software reguirements analysis.
Kriteria dokument
SRS yang baik
1. Benar (correct).
2. Tepat (precise).
3. Unambiguouity.
4. Lengkap (complete).
5. Bisa diverifikasi (verifiable).
6. Konsisten.
7. Understandable.
8. Bisa dimodifikasi (modifiedable).
9. Dapat ditelusuri (traceable).
10. Harus dapat dibedakan bagian what (bagian spesifikasi) dan how (bagian
yang menjelaskan bagaimana menjelaskan what tadi).
11. Dapat mencakup dan melingkupi seluruh system.
12. Dapat melingkupi semua lingkungan operasional, misalnya interaksi fisik
dan operasional.
13. Bisa menggambarkan sistem seperti yang dilihat oleh pemakai.
14. Harus toleran (bisa menerima) terhadap ketidaklengkapan, ketidakpastian
(ambiguous) dan ketidak konsistenan.
15. Harus bisa dilokalisasi dengan sebuah coupling, yaitu hubungan
ketergantungan antara dua model yang tidak terlalu erat.
Hindari hal-hal
berikut saat pembentukan SRS
1.
Over specification
(penjelasan berlebih dan berulang-ulang sehingga menjadi tidak jelas).
2.
Tindakan
unconcistency.
3.
Ambiguity dalam kata
atau kalimat.
4.
Menuliskan
“mimpi-mimpi” , yaitu hal-hal yang tidak bisa dilakukan
Aspek yg harus
terlihat di SRS
1.
Fungsi
·
Menjelaskan fungsi
dari perangkat lunak (digunakan untuk apa keperluan apa), sifat perangkat lunak
dan datanya
2.
Non-Fungsi
·
Reliability.
·
Maintainability.
·
Security.
·
Integrity.
·
Ergonomic.
·
Performance
Orang yang terlibat
dalam pembuatan SRS
1.
Pemakai (user)
merupakan orang yang akan mengoperasikan/menggunakan produk final dari
perangkat lunak yang dibuat.
2.
Sponsor/ Client
yaitu orang atau perusahaan yang mau membuat sistem (yang menentukan).
3.
Sistem analyst
(sistem engineer) adalah orang yang biasa melakukan kontak teknik pertama
dengan client. Bertugas menganalisis persoalan, menerima requirement dan
menulis requirement.
4.
Software engineer merupakan
orang yang bekerja setelah kebutuhan perangkat lunak dibuat (bekerja sama
dengan sistem engineer berdasarkan SRS).
5.
Programmaer adalah orang
yang akan menerima spesifikasi perancangan perangkat lunak, membuat kode dalam
bentuk modul, menguji dan memeriksa (tes) modul.
6.
Test integration
group yaitu kumpulan orang yang melakukan tes dan mengintegrasi modul.
7.
Maintenance group
yaitu orang yang memantau dan merawat performansi sistem perangkat lunak yang
dibuat selama pelaksanaan dan pada saat modifikasi muncul (80% dari pekerjaan).
8.
Technical Support. Orang-orang
yang mengelola (manage) pengembang perangkat lunak, termasuk konsultan atau
orang yang mempunyai kepandaian lebih tinggi.
9.
Staff dan Clerical
Work
0 komentar: