Latest Posts

Rabu, 24 September 2014

Apa itu SRS? 
·           Sebuah dokumen yang berisi pernyataan lengkap dari apa yang dapat dilakukan oleh perangkat lunak, tanpa menjelaskan bagaimana hal tersebut dikerjakan oleh perangkat lunak.
·           Mencantumkan deskripsi perangkat lunak dengan lingkungannya (Mencakup antarmuka untuk perangkat keras, perangkat lunak, komunikasi dan pemakai).
·           SRS umumnya dikembangkan bersama oleh calon pengguna dan para pengembang system/perangkat lunak.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dlm pembuatan SRS
1.     Untuk Siapa perangkat lunak dikembangkan ?
·         Siapa yang menyediakan dana ?
·         Kepada siapa proposal pengembangan perangkat lunak akan diberikan ?
·         Yakinkan calon pengguna bahwa perangkat lunak yang akan dibuat memang dibutuhkan.

2.     Masalah apa yang akan diselesaikan dengan kehadiran perangkat lunak yang baru ?
·         Seorang analis perlu berfikir dengan seksama masalah apa yang akan diselesaikan dengan kehadiran perangkat lunak baru.
·         Harus dingat.! Komputer hanya alat bantu. Komputer tidak dapat memecahkan semua masalah yang ada pada suatu perusahaan.

3.     Dimana perangkat lunak akan diimplementasikan ?
·         Karakteristik yang berbeda terhadap kebutuhan calon pengguna akan mempengaruhi model dan desain perangkat lunak yang dikembangkan, termasuk implementasi di lapangan.

4.     Kapan perangkat lunak yang baru sudah harus dijalankan ?
·           para pengembang harus memperhatikan kapan waktu dimulainya pengerjaan proyek pengembangan perangkat lunak baru dan kapan waktu perangkat lunak tersebut sudah harus dikembangkan.
·           Berpengaruh terhadap model pengembangan perangkat lunak yang akan dipergunakaan.
·            
Fungsi dokumen SRS
1.         Mencatat semua kebutuhan calon pengguna perangkat lunak.
2.         Sebagai kontrol saat proses pengembangan perangkat lunak dilakukan, sehingga setiap tahapan pengerjaan pengembangan sesuai dengan yang diharapkan.
3.         Digunakan sebagai acuan pada saat pengujian dilakukan sehingga hasil akhir sesuai dengan yang dibutuhkan.
4.         Dijadikan pedoman jika terdapat perbedaan pendapat antara calon pemakai dengan pengembang sistem terhadap hasil dari pengembangan perangkat lunak
5.         Bukti bahwa pengembang telah melakukan tahap software reguirements analysis.

Kriteria dokument SRS yang baik
1.      Benar (correct).
2.      Tepat (precise).
3.      Unambiguouity.
4.      Lengkap (complete).
5.      Bisa diverifikasi (verifiable).
6.      Konsisten.
7.      Understandable.
8.      Bisa dimodifikasi (modifiedable).
9.      Dapat ditelusuri (traceable).
10.  Harus dapat dibedakan bagian what (bagian spesifikasi) dan how (bagian yang menjelaskan bagaimana menjelaskan what tadi).
11.  Dapat mencakup dan melingkupi seluruh system.
12.  Dapat melingkupi semua lingkungan operasional, misalnya interaksi fisik dan operasional.
13.  Bisa menggambarkan sistem seperti yang dilihat oleh pemakai.
14.  Harus toleran (bisa menerima) terhadap ketidaklengkapan, ketidakpastian (ambiguous) dan  ketidak konsistenan.
15.  Harus bisa dilokalisasi dengan sebuah coupling, yaitu hubungan ketergantungan antara dua model yang tidak terlalu erat.

Hindari hal-hal berikut saat pembentukan SRS
1.        Over specification (penjelasan berlebih dan berulang-ulang sehingga menjadi tidak jelas).
2.        Tindakan unconcistency.
3.        Ambiguity dalam kata atau kalimat.
4.        Menuliskan “mimpi-mimpi” , yaitu hal-hal yang tidak bisa dilakukan

Aspek yg harus terlihat di SRS
1.        Fungsi
·         Menjelaskan fungsi dari perangkat lunak (digunakan untuk apa keperluan apa), sifat perangkat lunak dan datanya
2.        Non-Fungsi
·         Reliability.
·         Maintainability.
·         Security.
·         Integrity.
·         Ergonomic.
·         Performance

Orang yang terlibat dalam pembuatan SRS
1.        Pemakai (user) merupakan orang yang akan mengoperasikan/menggunakan produk final dari perangkat lunak yang dibuat.
2.        Sponsor/ Client yaitu orang atau perusahaan yang mau membuat sistem (yang menentukan).
3.        Sistem analyst (sistem engineer) adalah orang yang biasa melakukan kontak teknik pertama dengan client. Bertugas menganalisis persoalan, menerima requirement dan menulis requirement.
4.        Software engineer merupakan orang yang bekerja setelah kebutuhan perangkat lunak dibuat (bekerja sama dengan sistem engineer berdasarkan SRS).
5.        Programmaer adalah orang yang akan menerima spesifikasi perancangan perangkat lunak, membuat kode dalam bentuk modul, menguji dan memeriksa (tes) modul.
6.        Test integration group yaitu kumpulan orang yang melakukan tes dan mengintegrasi modul.
7.        Maintenance group yaitu orang yang memantau dan merawat performansi sistem perangkat lunak yang dibuat selama pelaksanaan dan pada saat modifikasi muncul (80% dari pekerjaan).
8.        Technical Support. Orang-orang yang mengelola (manage) pengembang perangkat lunak, termasuk konsultan atau orang yang mempunyai kepandaian lebih tinggi.
9.        Staff dan Clerical Work





Software Requirements Specification (SRS)

Apa itu SRS? 
·           Sebuah dokumen yang berisi pernyataan lengkap dari apa yang dapat dilakukan oleh perangkat lunak, tanpa menjelaskan bagaimana hal tersebut dikerjakan oleh perangkat lunak.
·           Mencantumkan deskripsi perangkat lunak dengan lingkungannya (Mencakup antarmuka untuk perangkat keras, perangkat lunak, komunikasi dan pemakai).
·           SRS umumnya dikembangkan bersama oleh calon pengguna dan para pengembang system/perangkat lunak.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dlm pembuatan SRS
1.     Untuk Siapa perangkat lunak dikembangkan ?
·         Siapa yang menyediakan dana ?
·         Kepada siapa proposal pengembangan perangkat lunak akan diberikan ?
·         Yakinkan calon pengguna bahwa perangkat lunak yang akan dibuat memang dibutuhkan.

2.     Masalah apa yang akan diselesaikan dengan kehadiran perangkat lunak yang baru ?
·         Seorang analis perlu berfikir dengan seksama masalah apa yang akan diselesaikan dengan kehadiran perangkat lunak baru.
·         Harus dingat.! Komputer hanya alat bantu. Komputer tidak dapat memecahkan semua masalah yang ada pada suatu perusahaan.

3.     Dimana perangkat lunak akan diimplementasikan ?
·         Karakteristik yang berbeda terhadap kebutuhan calon pengguna akan mempengaruhi model dan desain perangkat lunak yang dikembangkan, termasuk implementasi di lapangan.

4.     Kapan perangkat lunak yang baru sudah harus dijalankan ?
·           para pengembang harus memperhatikan kapan waktu dimulainya pengerjaan proyek pengembangan perangkat lunak baru dan kapan waktu perangkat lunak tersebut sudah harus dikembangkan.
·           Berpengaruh terhadap model pengembangan perangkat lunak yang akan dipergunakaan.
·            
Fungsi dokumen SRS
1.         Mencatat semua kebutuhan calon pengguna perangkat lunak.
2.         Sebagai kontrol saat proses pengembangan perangkat lunak dilakukan, sehingga setiap tahapan pengerjaan pengembangan sesuai dengan yang diharapkan.
3.         Digunakan sebagai acuan pada saat pengujian dilakukan sehingga hasil akhir sesuai dengan yang dibutuhkan.
4.         Dijadikan pedoman jika terdapat perbedaan pendapat antara calon pemakai dengan pengembang sistem terhadap hasil dari pengembangan perangkat lunak
5.         Bukti bahwa pengembang telah melakukan tahap software reguirements analysis.

Kriteria dokument SRS yang baik
1.      Benar (correct).
2.      Tepat (precise).
3.      Unambiguouity.
4.      Lengkap (complete).
5.      Bisa diverifikasi (verifiable).
6.      Konsisten.
7.      Understandable.
8.      Bisa dimodifikasi (modifiedable).
9.      Dapat ditelusuri (traceable).
10.  Harus dapat dibedakan bagian what (bagian spesifikasi) dan how (bagian yang menjelaskan bagaimana menjelaskan what tadi).
11.  Dapat mencakup dan melingkupi seluruh system.
12.  Dapat melingkupi semua lingkungan operasional, misalnya interaksi fisik dan operasional.
13.  Bisa menggambarkan sistem seperti yang dilihat oleh pemakai.
14.  Harus toleran (bisa menerima) terhadap ketidaklengkapan, ketidakpastian (ambiguous) dan  ketidak konsistenan.
15.  Harus bisa dilokalisasi dengan sebuah coupling, yaitu hubungan ketergantungan antara dua model yang tidak terlalu erat.

Hindari hal-hal berikut saat pembentukan SRS
1.        Over specification (penjelasan berlebih dan berulang-ulang sehingga menjadi tidak jelas).
2.        Tindakan unconcistency.
3.        Ambiguity dalam kata atau kalimat.
4.        Menuliskan “mimpi-mimpi” , yaitu hal-hal yang tidak bisa dilakukan

Aspek yg harus terlihat di SRS
1.        Fungsi
·         Menjelaskan fungsi dari perangkat lunak (digunakan untuk apa keperluan apa), sifat perangkat lunak dan datanya
2.        Non-Fungsi
·         Reliability.
·         Maintainability.
·         Security.
·         Integrity.
·         Ergonomic.
·         Performance

Orang yang terlibat dalam pembuatan SRS
1.        Pemakai (user) merupakan orang yang akan mengoperasikan/menggunakan produk final dari perangkat lunak yang dibuat.
2.        Sponsor/ Client yaitu orang atau perusahaan yang mau membuat sistem (yang menentukan).
3.        Sistem analyst (sistem engineer) adalah orang yang biasa melakukan kontak teknik pertama dengan client. Bertugas menganalisis persoalan, menerima requirement dan menulis requirement.
4.        Software engineer merupakan orang yang bekerja setelah kebutuhan perangkat lunak dibuat (bekerja sama dengan sistem engineer berdasarkan SRS).
5.        Programmaer adalah orang yang akan menerima spesifikasi perancangan perangkat lunak, membuat kode dalam bentuk modul, menguji dan memeriksa (tes) modul.
6.        Test integration group yaitu kumpulan orang yang melakukan tes dan mengintegrasi modul.
7.        Maintenance group yaitu orang yang memantau dan merawat performansi sistem perangkat lunak yang dibuat selama pelaksanaan dan pada saat modifikasi muncul (80% dari pekerjaan).
8.        Technical Support. Orang-orang yang mengelola (manage) pengembang perangkat lunak, termasuk konsultan atau orang yang mempunyai kepandaian lebih tinggi.
9.        Staff dan Clerical Work





0 komentar:

Rabu, 17 September 2014

Ada beberapa macam sistem informasi yg perlu kita ketahui.
1.        Klasifikasi sistem informasi.
2.        Sistem informasi menurut level organisasi.
3.        Sistem informasi fungsional.
4.        Sistem informasi berdasarkan dukungan yang tersedia.
5.        Klasifikasi menurut aktifitas manajemen.
6.        Klasifikasi menurut arsitektur sistem.
7.        Sistem informasi geografis.
8.        Sistem informasi perusahaan (EntIS).

1.    Klasifikasi sistem informasi.
Klasifikasi yang umum dipakai didasarkan pada: Level organisasi. Area fungsional, dukungan yang diberikan, arsitektur sistem informasi.
2.    Sistem informasi menurut level organisasi.
Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi :
Sistem informasi departemen, sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen.
Sistem informasi perusahaan, sistem terpadu yang dapat digunakan oleh sejumlah departemen secara bersama-sama. Sistem informasi antarorganisasi, sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih.
3.    Sistem informasi fungsional.
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Sistem informasi SDM Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran Sistem informasi pemasaran Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Sistem informasi manufaktur Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
4.    Sistem informasi keuangan.
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan. Sistem informasi akuntansi Keterangan Sistem informasi
Sistem informasi akuntansi SIM SI Pemasaran / Penjualan SI Keuangan SI Akuntansi SI Produksi SI SDM.
5.    Pemrosesan pesanan penjualan.
Subsistem yang menangani order dari pelanggan.
Pemrosesan sediaan : subsistem yang menangani perubahan dalam sediaan dan memberikan informasi pengiriman dan pemesanan kembali.
Buku besar : subsistem yang mengkonsolidasikan data dari sistem akuntansi yang lain dan menghasilkan pernyataan-pernyataan dan laporan bisnis yang bersifat periodik.
Piutang dagang : subsistem yang mencatat piutang pelanggan dan menghasilkan faktur, pernyataan pelanggan bulanan, serta laporan manajemen kredit.
6.    Utang dagang.
Subsistem yang mencatat pembelian dan pembayaran utang kepada pemasok, dan menghasilkan laporan manajemen kas, Pembayaran gaji : subsistem yang menangani penggajian, termasuk jam kerja dan bukti pembayaran, serta menghasilkan laporan yang terkait dengan penggajian.
7.    Sistem informasi keuangan.
Sistem informasi keuangan digunakan untuk mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan.

Sumber: http://teknologi.kompasiana.com/internet/2013/11/09/macam-macam-sistem-informasi-609215.html

Jenis Sistem Informasi Manajemen

Ada beberapa macam sistem informasi yg perlu kita ketahui.
1.        Klasifikasi sistem informasi.
2.        Sistem informasi menurut level organisasi.
3.        Sistem informasi fungsional.
4.        Sistem informasi berdasarkan dukungan yang tersedia.
5.        Klasifikasi menurut aktifitas manajemen.
6.        Klasifikasi menurut arsitektur sistem.
7.        Sistem informasi geografis.
8.        Sistem informasi perusahaan (EntIS).

1.    Klasifikasi sistem informasi.
Klasifikasi yang umum dipakai didasarkan pada: Level organisasi. Area fungsional, dukungan yang diberikan, arsitektur sistem informasi.
2.    Sistem informasi menurut level organisasi.
Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi :
Sistem informasi departemen, sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen.
Sistem informasi perusahaan, sistem terpadu yang dapat digunakan oleh sejumlah departemen secara bersama-sama. Sistem informasi antarorganisasi, sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih.
3.    Sistem informasi fungsional.
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Sistem informasi SDM Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran Sistem informasi pemasaran Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Sistem informasi manufaktur Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
4.    Sistem informasi keuangan.
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan. Sistem informasi akuntansi Keterangan Sistem informasi
Sistem informasi akuntansi SIM SI Pemasaran / Penjualan SI Keuangan SI Akuntansi SI Produksi SI SDM.
5.    Pemrosesan pesanan penjualan.
Subsistem yang menangani order dari pelanggan.
Pemrosesan sediaan : subsistem yang menangani perubahan dalam sediaan dan memberikan informasi pengiriman dan pemesanan kembali.
Buku besar : subsistem yang mengkonsolidasikan data dari sistem akuntansi yang lain dan menghasilkan pernyataan-pernyataan dan laporan bisnis yang bersifat periodik.
Piutang dagang : subsistem yang mencatat piutang pelanggan dan menghasilkan faktur, pernyataan pelanggan bulanan, serta laporan manajemen kredit.
6.    Utang dagang.
Subsistem yang mencatat pembelian dan pembayaran utang kepada pemasok, dan menghasilkan laporan manajemen kas, Pembayaran gaji : subsistem yang menangani penggajian, termasuk jam kerja dan bukti pembayaran, serta menghasilkan laporan yang terkait dengan penggajian.
7.    Sistem informasi keuangan.
Sistem informasi keuangan digunakan untuk mendukung manajer keuangan dalam mengambil keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan.

Sumber: http://teknologi.kompasiana.com/internet/2013/11/09/macam-macam-sistem-informasi-609215.html

0 komentar:

Stats

Diberdayakan oleh Blogger.
back to top