Ajax (Asynchronous JavaScript and XML), sebenarnya bukanlah suatu bahasa pemrograman, melainkan hanya suatu teknik yang memungkinkan untuk membuat aplikasi web interaktif. Dengan menggunakan Ajax, aplikasi web dapat berinteraksi dengan server tetapi tidak mempengaruhi halaman web secara keseluruhan.
Asal Mula Ajax
Istilah Ajax pertama kali dikemukakan pada tahun 2005 oleh Jesse James Garret, presiden dan pendiri perusahaan Adaptive Path. Teknik ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1999. Pada masa itu Microsoft membuat objek bernama XMLHttpRequest sebagai kontrol ActiveX pada Internet Explorer 5. Ajax menjadi sangat populer baru setelah digunakan secara intensif oleh Yahoo! dan Google
Situs-situs yang menggunakan Ajax pada Websitenya :
1.Google Maps (cth:: user dpt melakukan zoom tanpa page tersebut melakukan reload)
2.Youtube
3.Meebo
Apa perbedaan antara aplikasi website dan aplikasi desktop pada komputer? Jawabannya aplikasi desktop lebih interaktif dan responsif dibanding aplikasi web. Jika anda pernah melihat aplikasi pada desktop, jika mengklik suatu tombol maka reaksi perubahannya akan langsung terlihat pada aplikasi tersebut. Tetapi pada website jika mengklik suatu tombol/link maka browser akan melakukan refresh pada browser dimana layar browser akan menjadi putih sesaat karena pada saat itu browser sedang meminta/merequest data dari server
Hal itulah yang membuat aplikasi website menjadi kurang interaktif dan
responsif dibanding aplikasi desktop. Ajax digunakan untuk memecahkan masalah
tersebut, Ajax membuat aplikasi website menjadi lebih interaktif dan responsif
seperti aplikasi desktop. Saat ini Ajax sudah menjadi teknologi yang wajib ada
bagi website-website moderen (atau istilahnya Web 2.0).
Sekarang bandingkan dengan website yang menggunakan Ajax:
jika anda lihat pada website yang menggunakan Ajax, proses request ke
server dilakukan oleh Javascript. Sehingga tampilan pada browser client tidak
mengalami perubahan (refresh). Kemudian hasilnya akan dikirim oleh server dalam
bentuk Text/XML dan ditampilkan dibrowser client
Bagian mana dari tampilan website yang akan berubah? Ajax menggunakan
CSS untuk menentukan bagian mana dari website untuk diisi oleh tampilan baru
yang baru saja diambil dari server.
Jadi pada dasarnya ajax menggunakan XMLHttpRequest object
Javascript untuk membuat request ke server secara asynchronous atau tanpa
melakukan refresh halaman website. Yang dibutuhkan agar ajax dapat berjalan
adalah javascript harus di enable pada browser yang digunakan. Walaupun
javascript merupakan dasar dari Ajax, dimana javascript sangat susah pada
implementasi dan maintenance, tetapi Ajax memiliki struktur pemrograman yang
lebih mudah untuk dipahami. Anda tinggal membuat object XMLHttpRequest dan
memastikan object tersebut terbentuk dengan benar. Kemudian menentukan kemana
hasilnya akan ditampilkan atau dikirim.
Untuk lebih jelasnya jalankan program singkat AJAX berikut :
File Ajax.Html
<html>
<head>
<script type="text/javascript">
function loadXMLDoc()
{
var xmlhttp;
if (window.XMLHttpRequest)
{// code for IE7+, Firefox, Chrome, Opera, Safari
xmlhttp=new XMLHttpRequest();
}
else
{// code for IE6, IE5
xmlhttp=new ActiveXObject("Microsoft.XMLHTTP");
}
xmlhttp.onreadystatechange=function()
{
if (xmlhttp.readyState==4 && xmlhttp.status==200)
{
document.getElementById("halo").innerHTML=xmlhttp.responseText;
}
}
xmlhttp.open("GET","ajax_info.txt",true);
xmlhttp.send();
}
</script>
</head>
<body>
<div id="halo"><h2>Katakan HALO pada Dunia !</h2></div>
<button type="button" onclick="loadXMLDoc()">Say Halooo !</button>
</body>
</html>
File Ajax_info.txt
<p>HALOOO DUNIA....</p>
Ok saya harap dari tulisan ini pembaca yg baru belajar ajax mulai sedikit memahami.
referrence site : http://www.dhimasronggo


About the Author
0 komentar: